BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada zaman modern
sekarang ini sumber daya manusia (SDM)
harus mampu menyikapi perubahan dan persaingan yang setiap saat terjadi baik
dari segi kemampuan (skil) dan sikap (attitude) karena kebanyakan Sdm sekarang
ini kurang pembinaan dan pengembangan. Sehingga integritas dan disiplin sangat
penting kepada SDM agar kwalitasnya meningkat dan terjaga.
Misalnya seorang
pegawai agar prestasi seorang pegawai mengalami peningkatan maka terlebih
dahulu harus meningkatkan disiplin diri karena merupakan salah satu kriteria
untuk menjadi sukses karena arti disiplin itu sendiri melakukan sesuatu hal
secara teratur dan konsisten untuk mencapai tujuan. Dan yang kedua adalah
meningkatkan integritas diri karena integritas bukanlah apa yang dilakukan
melainkan lebih kepada siapa diri sebenarnya pada akhirnya akan menetapkan apa
yang dilakukan. Integritas membantu seseorang mengambil keputusan antara apa
yang ingin dilakukan dan apa yang harus dilakukan. Integritas menetapkan siapa
dirinya dan bagaimana orang tersebut akan memberikan tanggapan bahkan sebelum
konflik muncul. Dengan kata lain lebih ditekankan kepada profesionalisme Sdm.
Dalam peningkatan
sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kemauan, integritas, disiplin
untuk itu. Kemampuan perusahaan dalam mempertahankan karyawan merupakan konsep
kualitatif yang mendukung berkembangnya kemampuan SDM. Perusahaan dapat
mempertahankan karyawan yang berkinerja bagus dan memudahkan karyawan yang
performansinya biasa-biasa saja untuk memperbaiki diri sendiri. Di samping itu,
usaha mempertahankan karyawan dapat dilakukan melalui rewarding systems, job
security, pengembangan pelatihan dan karir, pemberdayaan dan memupuk sense of
belonging.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian yang dikemukan
dalam latar belakang masalah, maka masalah yang dirumuskan adalah “Bagaimana
masalah integrasi pegawai sumber daya manusia pada perusahaan?”
C. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian
integrasi pegawai dalam suatu organisasi atau perushaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Integrasi
Integrasi berasal dari bahasa
inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau
keseluruhan dan kata integritas juga berasal dari kata sifat latin integer (utuh,
lengkap). Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara
unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga
menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Dalam konteks ini, integritas adalah
rasa batin "keutuhan" yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter . Dengan demikian, orang dapat
menilai bahwa orang lain "memiliki integritas" sejauh mereka
bertindak menurut, keyakinan nilai-nilai dan prinsip-prinsip mereka mengaku
terus. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana
kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap
kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan
mereka masing-masing
Integrasi memiliki
2 pengertian, yaitu :
2)
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur
tertentu
Integritas (Integrity) adalah
bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta
kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini.
Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud,
ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi
yang sulit dengan pihak lain.
Integritas (menurut kamus
kompetensi) adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik
perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan
kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit
untuk melakukannya.
Integritas adalah
konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode,
langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika, integritas dianggap
sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi dari itu tindakan seseorang.
Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari kemunafikan , dalam bahwa hal konsistensi
internal sebagai kebajikan, dan menunjukkan bahwa ternyata pihak yang memiliki
nilai-nilai yang bersengketa harus menjelaskan perbedaan itu atau mengubah
kepercayaan mereka.
Integritas adalah fondasi yang
diperlukan sistem apapun berdasarkan supremasi hukum dan objektivitas dan
merupakan salah satu yang paling penting dan sering mengutip istilah kebajikan.
B. Karakterisatik
Integritas
Kata Integritas seringkali digunakan
sebagai landasan/acuan untuk melahirkan sebuah petuah atau pepatah dari
manusia/orang-orang yang sudah dianggap sempurna baik secara mental maupun
sepiritual, karena itu kata Integritas sudah melekat pada pribadi orang-orang
yang “arif dan bijaksana” yang dalam kehidupan kesehariannya
mampu menjadi sosok manusia anutan dan sebagai panutan, atau sebagai tuntunan,
bukan tontonan. Sosok manusia seperti itu sangat jarang dijumpai, bahkan
mungkin tidak ada, apalagi dijaman seperti sekarang ini.
Kata Integritas menjadi petuah untuk
membentuk manusia-manusia seperti itu, baik secara individu maupun kelompok,
bagi para pejabat maupun bukan, bagi simiskin maupun sikaya, bagi seorang
presiden sekalipun. Kata Integritas cocok dan relevan dengan kondisi bangsa
Indonesia yang sedang berbenah diri melalui good governance dan clean
government. Sayangnya kita sendiri seringkali pandai mengambil kata
itu hanya sebagai pajangan yang melahirkan dalil-dalil akal sehingga
terkesan menjadi akal-akalan. Padahal jika disimak baik-baik, kata Integritas
itu sudah jelas “nasNya” dari kitab-kitan suci buatan Tuhan. Yang penting
bagi kita sekarang ini adalah membuat komitmen (individu/kelompok), mengadakan
“perubahan” menjadi manusia..? Sekarang, bukan besok atau lusa. Kewajiban
kami daripenulisi hanya menyampaikan. Karena penulis tau tujuannya sangat baik
dan mulia. Oleh karena itu simaklah baik-baik di bawah ini.
Andrian Gostik & Dana Telford hanya
seorang penemu teori ini, bukan dan belum tentu mampu melakukannya. Ada 10 karakteristik
yang secara konsisten diperlihatkan oleh orang-orang dengan integritas.
Integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai. Orang memiliki
integritas hidup sejalan dengan nilai-nilai prinsipnya. Kesesuaian antara
kata-kata dan perbuatan merupakan hal yang esensial. Jika setiap orang tidak
lagi memegang kata-katanya, hubungan fundamental yang berkaitan dengan
kepercayaan, seperti perkawinan dan keluarga, berada diambang kehancuran. Jika
perusahaan tidak lagi menghormati segala komitmennya, tidak mungkin perdagangan
berkembang, karena pada dasarnya kontrak, dimana salah satu pihak menyediakan
barang dengan keyakinan bahwa pihak lain akan memberikan kompensasi dimasa
depan, tidak terjadi jika janji-janji selalu diingkari.
10 Karakteristik Integritas
yaitu :
1)
Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting
Agar memiliki keunggulan integritas,
anda tidak boleh berbohong dalam hal-hal kecil; dan sebagai hasilnya, anda
tidak akan tergoda oleh hal-hal yang lebih besar- kekuasaan, prestise, atau
uang. Hal yang juga penting, sebagai orang yang berintegritas, anda setia pada
nilai moral internal anda, bahkan bila itu berarti anda harus berhadapan dengan
resiko kehilangan tempat yang nyaman di dunia.
2)
Anda menemukan yang benar (saat yang lain melihat
warna abu-abu).
Untuk mendapatkan keunggulan
integritas, anda tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Anda mengajukan
pertanyaan, menerima saran, berefleksi, dan melihat jauh ke depan. Ringkasnya,
pastikan bahwa anda mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan kode
integritas pribadi.
3)
Anda bertanggung jawab.
Untuk memiliki keunggulan
integritas, anda sadar bahwa pencarian integritas merupakan bagian yang
integral dari kepemimpinan. Anda bersikap terbuka dan jujur, mengungkapkan
cerita yang baik maupun yang buruk secara lengkap. Anda berbagi semua informasi
penting, tidak hanya informasi yang menguntungkan anda. Anda mengaku ketika
berbuat salah, meminta maaf, dan memperbaikinya.
4)
Menciptakan budaya kepercayaan.
Dengan memiliki keunggulan
integritas, Anda membantu menciptakan lingkungan kerja yang benar, yakni
lingkungan yang tidak menguji integritas pribadi karyawan atau rekan kerja
anda. Anda memperkuat integritas itu melalui prinsip, control, dan teladan
pribadi. Dan Anda memberikan penghargaan pribadi dalam segala tindakan mereka.
5)
Anda menepati janji.
Karyawan tidak akan mengikuti
kata-kata pemimpin yang tidak mereka percayai. Atasan tidak akan mempekerjakan
atau mempromosikan pekerja yang tidak mereka percayai. Klien tidak akan membeli
produk dari pemasok yang tidak mereka percayai. Untuk memperoleh keunggulan
integritas, Anda perlu berlaku penuh integritas, guna memperoleh kepercayaan.
6)
Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar
Untuk memiliki keunggulan
integritas, Anda berkomitmen sangat kuat untuk memberikan keuntungan terhadap
organisasi tempat anda bernaung. Anda memedulikan perusahaan, produk, serta
layanan anda, dan khususnya rekan satu tim anda. Melalui kerja, Anda memperoleh
perasaan tentang adanya tujuan yang lebih dalam.
7)
Anda jujur namun rendah hati.
Untuk memiliki keunggulan
integritas, anda tidak memproklamasikan kebaikan atau kejujuran anda. Itu
seperti menyombongkan kerendahan hati. Anda seharusnya membuat tindakan anda
berbicara lebih keras daripada kata-kata.
8)
Anda bertindak sebagai sedang diawasi.
Untuk memiliki keunggulan
integritas, anda perlu berfikir bahwa setiap tindakan anda selalu diawasi. Anda
perlu memastikan bahwa integritas anda itu diteruskan ke generasi-generasi
mendatang melalui teladan yang anda berikan.
9)
Anda mempekerjakan Integritas.
Untuk memiliki keunggulan
integritas, anda perlu mempekerjakan dan mengelilingi diri anda dengan
orang-orang berintegritas tinggi. Anda mempromosikan orang yang memperlihatkan
kemampuan untuk dipercaya.
10)
Anda konsisten.
Untuk memiliki keunggulan
integritas, anda harus memiliki konsistensi dan keterdugaan etis. Hidup anda
mencerminkan keutuhan dan keselarasan antara nilai dan tindakan anda.
C. Pentingnya
Pengintegrasian
Pengintegrasian (integration) ialah
fungsi operasional manajemen personalia yang terpenting, sulit dan kompleks
untuk merealisasikannya. Hal ini disebabkan karena karyawan/manusia bersifat
dinamis dan mempunyai pikiran, perasaan, harga diri, sifat, serta membawa latar
belakang, perilaku, keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam organisasi
perusahaan.
Karyawan tidak dapat diperlakukan
seenaknya seperti menggunakan faktor-faktor produksi lainnya (mesin, modal atau
bahan baku). Karyawan juga harus selalu diikutsertakan dalam setiap kegiatan
serta memberikan peran aktif untuk menggunakan alat-alat yang ada. Karena tanpa
peran aktif karyawan, alat-alat canggih yang dimiliki tidak ada artinya bagi
peruashaan untuk mencapai tujuannya. Tujuan perusahaan hanya dapat dicapai jika
para karyawan bergairah bekerja, mengerahkan kemampuannya dalam menyelesaikan
pekerjaan, serta berkeinginan untuk mencapai prestasi kerja yang optimal.
Jika karyawan kurang berprestasi
maka sulit bagi organisasi perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik. Hal ini
mengharuskan pemimpin menggunakan kewenangannya untuk mengubah sikap dan
perilaku karyawan supaya mau bekerja giat serta berkeinginan mencapai hasil
yang optimal.
Pengintegrasian adalah kegiatan
menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta
kerja sama yang memberikan kepuasan. Usaha untuk pengintegrasian dilakukan
melalui hubungan antar manusia (human relation), motivasi, kepemimpinan,
kesepakatan kerja bersama (KKB), dan Collective Bargaining.
Jadi pengintegrasian adalah hal yang
sangat penting dan merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil yang baik
bagi perusahaan maupun terhadap karyawan sehingga memberikan kepuasan kepada
semua pihak. Kayawan dapat memenuhi kebutuhannya dan perusahaan memperoleh
laba.
D. Tujuan
Pengintegrasian
Tujuan pengintegrasian adalah
memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi
aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya
kebutuhan karyawan.
E. Metode
Pengintegrasian
Metode-metode pengintegrasian yang
kita kenal adalah sebagai berikut :
1)
Hubungan antar manusia (Human Relations)
2)
Motivasi (Motivation)
3)
Kepemimpinan (Leadership)
4)
Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)
5)
Collective Bargaining
F. Integrasi
Pegawai
Yang dimaksud integrasi disini
adalah penyesuaian antara perbedaan kepentingan perusahaan dengan karyawan
sebagai individu agar dapat bekerja sama secara harmonis dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Pengintegrasian karyawan ini
disamping menyangkut keselarasan antar berbagai kepentingan fungsi ini juga
harus memperhatikan dan mempertimbangkan keluhan karyawan, sikap buruh,
pemahaman perasaan mengenai keikutsertaan merekam dalam kpengambilan
keputusan.
Menurut Hasibuan pengintegrasian
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan
karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
Integrasi menurut Suwanto diartikan
sebagai “ kegiatan yang menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan
perusahaan agar tercipta kerjasama yang memberikan kepuasan. Usaha ini
dilakukan dengan cara menghubungkan antar manusia (human relation) (Suwanto,
2001:141)
Berdasarkan konsep diatas maka dalam
pengintegrasian harus adanya penyatuan keinginan pegawai dengan keinginan
perusahaan. Dengan adanya penyatuan kedua hal tersebut dapat mewujudkan suatu
kinerja pegawai yang profesional dibidangnya. Pendapat lain mengenai
pengintegrasian juga diungkapkan oleh malayu S.P. Hasibuan sebagai kegiatan
menyatupadukan keinginan.
G. Alasan
Begitu Pentingnya Integritas
1)
Integritas membina kepercayaan
Dengan integritas yang
ditemukan dalam diri seorang pemimpin yang bukan hanya kata-kata belaka tetapi
juga disertai tindakan akan menumbuhkan kepercayaan dalam diri pengikutnya
(Maxwell.1995:41).
2)
Integritas punya nilai pengaruh tinggi.
Integritas merupakan
kualitas manusia yang diperlukan untuk sukses bisnis. Dengan integritas yang
dipunyai oleh seorang pemimpin akan memperbesar pengaruhnya, karena pengikut
melihat adanya sesuatu yang bisa dipercayai dalam diri pemimpin (Maxwell.1995
:42).
3)
Integritas memudahkan standar tinggi.
Pemimpin harus hidup
dengan standar yang lebih tinggi dari pada pengikutnya. Dengan adanya watak
yang baik (integritas) memungkinkan pemimpin untuk melaksanakan semua tanggung
jawabnya, kalau watak seorang pemimpin rendah, maka standarnya pun rendah
(Maxwell.1995:43).
4)
Integritas menghasilkan reputasi yang
kuat, bukan hanya citra.
Citra adalah apa yang
dipikirkan orang lain tentang diri seseorang. Integritas adalah apa diri
seseorang yang sesungguhnya. Kadang-kadang kehidupan menjepit seseorang pada
saat-saat mengalami tekanan seperti itu, apa yang ada di dalamnya akan
ketahuan, dengan demikian akan menentukan bagaimana reputasi seseorang
(Maxwell.1995:44)
5)
Integritas berarti menghayati diri
sebelum memimpin orang lain.
Sebelum memimpin orang
lain seorang pemimpin harus menghayati dirinya sendiri, karena pemimpin tidak
bisa memimpin siapa pun lainnya lebih jauh dari pada tempat pemimpin sendiri
berada. Oleh karena itu perlu dipastikan apakah pemimpin sudah memiliki
integritas terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain karena orang akan
cenderung mengikuti pemimpin (Maxwell.1995:45).
6)
Integritas membantu seorang pemimpin
dipercaya bukan hanya pintar.
Kepercayaan adalah
keyakinan bahwa pemimpin sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya.
Kepemimpinan yang efektif tidak hanya berdasarkan sifat pintar, tetapi juga
berdasarkan sikap konsisten (Maxwell.1995:46).
7)
Integritas adalah prestasi yang dicapai
dengan susah payah.
Integritas bukan
sebuah faktor yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah hasil dari
disiplin pribadi, kepercayaan batin, dan keputusan untuk jujur sepenuhnya dalam
segala situasi dalam kehidupan pemimpin. Untuk memperoleh integritas diperlukan
suatu proses yang terus berlangsung (Maxwell.1995:47).
Dari uraian di atas dapat dilihat pentingnya integritas sabagai karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin karena integritas mengandung pengertian apa yang dikatakan pemimpin itu juga yang harus diperbuatnya. Sehingga pemimpin dapat memberi teladan kepada para pengikutnya.
Dari uraian di atas dapat dilihat pentingnya integritas sabagai karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin karena integritas mengandung pengertian apa yang dikatakan pemimpin itu juga yang harus diperbuatnya. Sehingga pemimpin dapat memberi teladan kepada para pengikutnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Integrasi berasal dari bahasa
inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau
keseluruhan dan kata integritas juga berasal dari kata sifat latin integer (utuh,
lengkap).
Yang dimaksud integrasi pegawai
adalah penyesuaian antara perbedaan kepentingan perusahaan dengan karyawan
sebagai individu agar dapat bekerja sama secara harmonis dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Pengintegrasian karyawan ini
disamping menyangkut keselarasan antar berbagai kepentingan fungsi ini juga
harus memperhatikan dan mempertimbangkan keluhan karyawan, sikap buruh,
pemahaman perasaan mengenai keikutsertaan merekam dalam kpengambilan
keputusan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad
Fawzi Mohd, Mohd Salleh Mohd Yasin & Burhannuddin Abdulllah, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Perusahaan, Rajawali Pers, Jakarta.
A.
A. Anwar Prabu Mangkunegara,2001, Manajemen
Sumber Daya Manusia Perusahaan, PT. REMAJA ROSDAKARYA, Bandung.
H.
Hadariri Nawawi, 2005, Perencanaan SDM Untuk Organisasi Profit yang Kompetitif,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Tjutju
Yuniarsih & Suwatno, 2009, MANAJEMEN SUMBER AYA MANUSIA Teori, Aplikasi dan
Isu Penelitian, ALFABETA, Bandung.
Wilson
Bangun, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Erlangga, Bandung.
Company http://fkmutu.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar